Surat Buat Nabila

Assalamualaikum, Nabila…

Selamat datang ya di dunia. Selamat datang di planet bumi yang ada yang bilang bundar, ada juga yang bilang datar. Nanti kamu pelajari sendirilah, bumi itu sebenarnya bundar atau datar. Yang pasti, tahu bulat digoreng dadakan, itu bentuknya ya bulat. Bukan persegi panjang apalagi jajaran genjang. Hehehe

Nabila

Uncle tadi liat foto kamu di grup whatsapp keluarga kita. Duuhhh, kamu lucu sekali di bedong kayak gitu. Katanya kamu tadi nangis ya waktu diangkat dari rahim bundamu? Yaaah, maafkanlah Nak, dunia memang tidak senyaman rahim bundamu. Tapi kita emang tidak bisa selamanya berada dalam keadaan nyaman, nak. Nanti kalau kita nyaman terus, kita tidak mau belajar dan tidak bisa berkembang. Jadi, relakanlah kenyamanan rahim bundamu itu ya, nak. Karena kini saatnya kamu menghadapi dunia.

Oh,ya. Tadi pas foto kamu di share oleh eyang, banyak yang berdebat kamu itu mirip siapa. Ada yang bilang kamu itu mirip kakak kamu yang paling tua, si Zio karena kamu rada item kata eyang. Tapi kalo menurut ayah kamu, kamu itu mirip  Attalah, kakak kamu yang nomor dua. Karena kamu sama sama sipit kayak orang cina. Jadi menurut uncle sih, kamu itu gabungan antara kakak-kakak kamu. Zio dan Attalah. Baguslah, paling ngga kamu ngga mirip sama uncle. Uncle jelek sih. Eh tapi jelek-jelek gini banyak loh cewe-cewe yang suka sama uncle. Suka ninggalin gitu aja sih, maksudnya. Upss, maaf ya Bila, kayaknya belum saatnya deh kamu dengerin Uncle curhat.

Asal kamu tahu ya Bila, kehadiran kamu itu paling di tunggu-tunggu keluarga besar kita. Maklumlah, kamu tuh cucu perempuan eyang yang pertama. Anak perempuan ayah bunda kamu yang pertama. Sejauh ini semua sodara dan sepupu kamu laki semua. Kakak kamu, Zio dan Attalah laki. Sepupu kamu si Adam, laki. Kemaren pas di lebaran, digabungin jadi satu. Waaaah, pada paduan suara. Nangis gantian ngga berhenti-berhenti berebut mainan. Ampun deh uncle ngasuh mereka. Nanti ketika kamu gabung ama mereka, jangan kaget kamu diajak main pistol-pistolan, robot ultramen kesukaan adam, atau mobilan koleksi si Zio. Ayah kamu sih lagi demen banget main finger spinner. Kemarin lebaran, dia beli 3. Katanya sih, satu buat Adam, satu buat Zio sama satu lagi buat Attalah. Tapi faktanya sih yang punya Attalah dia yang maenin, Attalah kan belum ngerti maenan gituan. Tapi kamu jangan takut, uncle mau kok kamu ajak main masak-masakan, boneka, atau yang lagi trend sekarang, Playdoh. Atau kamu uncle bacain buku aja ya, uncle punya banyak buku buat kamu. Dan ketahuilah Bila, buku jauh lebih mendidik dan lebih baik dari pada gadget.

Nabila sayang,

Selamat datang di Indonesia ya. Kamu lahir pas keadaan negara ini lagi ngga bagus-bagus banget sih. Katanya sih, perekonomian negara kita lagi turun banget dan ngga juga naik-naik. Banyak usaha-usaha yang pada tutup. Itu 7 eleven, tempat kesukaan uncle nongkrong kalo lagi di Jakarta, tutup semua. Pasar tanah abang, yang katannya barometer perekonomian negara kita, sepi. Omset pedagangnya turun sampe 75%. Yah, maklumlah. Orang-orang lagi pada ngga punya duit buat belanja. Lagi banyak yang kehilangan pekerjaan karena kena PHK. Petani karet dan sawit masih menangis karena harga jual mereka yang belum juga kunjung naik. Waktu uncle nulis ini buat kamu nih, uncle baca di berita online utang negara kita udah sampe Rp.3.672,33 Trilyun. Busyed dah, entah sampe kapan tuh utang bisa lunas ya? Ngga ngertilah uncle. Hufft, maaf ya, Nak. Baru lahir sebagai warga negara aja, kamu udah dibebani dengan hutang yang sebegitu besar. Semoga sebelum kamu dewasa tuh hutang-hutang udah lunas, biar ngga menjadi beban buat generasi kalian. Jangan sampe nanti siapa yang ngutaaang, siapa yang nanggung. Hehehe

Uncle bersyukur sih, kamu ngga lahir beberapa bulan kemarin. Waktu negara kita lagi rusuh-rusuhnya dengan perbedaan-perbedaan. Waktu demonstrasi udah kayak sinetron berseri, udah kayak novel ber-jilid.  Uncle bilangin ya, kamu memang wajib membela agamamu. Wajib bila ! Wajib ! 3 kali ya Uncle bilangin. Tapi ngga harus demonstrasi Bila. Menegakkan Sholat 5 waktu juga membela agama. Membaca Al-quran dan Menegakkan sunah-sunnah juga membela agama. Sedekah, dan menyantuni anak yatim dan fakir miskin juga membela agama. Yang paling penting, tegakkanlah dulu tiang-tiang agama itu untuk dirimu sendiri, karena nanti, kamu akan menegakkan agama itu untuk anak-anakmu kelak.

Yang lucu pada saat kamu lahir ini Bila, Ada bocah 16 tahun yang nikah sama Nenek-nenek. Hahahaha ya ampun Bila, Uncle ngga berhenti geleng-geleng kepala tiap baca berita tentang pernikahan itu. Itu sih bukan cinta buta namanya Bila, tapi cinta kelilipan. Banyak juga tuh temen-temen uncle yang malah jadi godain uncle, “Masa anak kecil aja berani nikah, kamu belum berani?” mereka bilang gitu. Ada juga yang bilang “Tuh, nenek-nenek aja laku. Masa kamu bujang ngga laku-laku!” uncle sih nyengir aja. Uncle ngga maulah ikut ikutan nikah karena cinta kelilipan. Begitu juga dengan kamu ya nanti, kamu jangan mau nikah karena cinta kelilipan. Karena ketika kelilipannya sembuh dan kamu bisa melek secara normal, kamu bakal menyesal. Jangan juga karena cinta buta. Uncle bilangin, cinta itu ngga ada yang buta. Yang ada ketika jatuh cinta, manusia sering menutup matanya sendiri. Kalau sekarang, uncle belum nikah nih, semata karena uncle masih mencari Aunty yang layak buat kamu. Kamu doain aja, semoga cepet dapet ya. Doain tuh tante Gal Gadot mau jadi aunty kamu. hehehe

Huh, semoga kamu ngga capek ya baca tulisan uncle. Maklumlah uncle ini memang lebih suka menulis dari pada bicara. Kalo semua orang bicara kan bising, Nabila. Jadi mending uncle banyak nulis aja dari pada banyak bicara. Ngurangin polusi udara. Nanti, kamu juga harus banyak membaca. Ketahuilah, Bangsa kita akan maju dan lebih tenang kalau orang-orangnya banyak membaca, bukan banyak omong. Oke? Tenang, tuh di kamar, uncle udah siapin banyak buku buat kalian dewasa kelak.

Ya udah deh kalo kamu udah capek. Uncle  juga udah ngantuk,  mana laper belum makan. Sekali lagi selamat datang di dunia. Uncle sih belum bisa banyak nasehatin, karena uncle juga masih belajar di dalam hidup ini. Yang jelas nanti sepengalaman uncle, kamu akan melewati semuanya silih berganti. Habis ketawa, nangis; habis gagal, berhasil; habis jatuh cinta, patah hati dll. Enjoy aja. Jalani aja terus tanpa menyerah. Sekali kamu tidak menyerah, kamu pasti akan sampai pada tujuan kamu. Nikmatilah perjalanan hidupmu.

Jangan benci ya, nanti kalo uncle marah karena kamu ngga hormat sama orang tua kamu. Mereka itu orang nomor satu yang harus kamu hormati. Jangan sebel kalo uncle marahin karena kamu males belajar, ngga mau ngaji, males makan. Percayalah, itu karena uncle sayang sama kamu. Ketahuilah, bahasa  sayang itu ngga hanya pelukan. Tapi juga amarah yang membangun.

Nabila sayang,

Ketika nanti kamu mendewasa, mungkin uncle yang berangsung meng-kanak-kanak lagi.  Jadi jangan bosen juga nanti gantian ingetin uncle ya.

Terima kasih sudah bersedia datang, Nabila. Terima kasih sudah menggenapkan kebahagiaan keluarga besar kita.

Oh, ya. Zio, Adam dan Attalah udah manggil uncle dengan sebutan ‘Abi’. Biar agak intelek dikit, kamu panggil dengan Uncle aja. Tapi kalo kamu ngga suka, boleh kok kamu panggil Om, tapi jangan pakdhe ya. Emang sih kkita orang jawa, tapi kok rasanya tua banget ya dipanggil pakdhe. Hahaha..

                Wassalam

                Uncle Kiky,.

Iklan
Dipublikasi di Catatan Pendek | Meninggalkan komentar

Di Bawah Langit yang Sama | Ulasan Buku

-Agama memang penuh dengan cinta. Tetapi cinta, tidak pernah punya Agama. *Rumi Djalaludin


Kemarin dikirimin temen buku ini. Buat bantu2 riset katanya. Kebetulan aku memang lagi garap novel dgn tema yg sama dengan novel ini.

Di bawah langit yang sama

Setelah Angin Bersyair nya Andrei Aksana, aku pikir novel Helga Rif inilah novel dengan setting Bali terbaik yg pernah aku baca. Bali memang tidak pernah habis-habisnya untuk dibicarakan. Pemandanganya indah, budayanya adalah seni.

Kalau dalam Angin Bersyair, Andrei Aksana lebih banyak berbicara tentang sejarah Bali. Disini Helga Rif banyak bicara tentang budayanya. Sebagai orang Bali asli, Helga bisa menceritakan prosesi Ngaben dengan lugas. Lengkap dengan dialog2 dan istilah2 dalam bahasa bali. Susunan strata masyarakat, juga cara beribadah mereka.

Mengusung tema cinta berbeda budaya, suku dan Agama novel ini penuh dengan konflik batin tokoh utamanya dalam menentukan pilihan cintanya. Meninggalkan keluarga ? Atau meninggalkan kekasihnya ?

Ada cinta segitiga diantaranya, yang tentu saja memakan korban yang terluka hatinya. Namun dalam cinta sejati, sering kali ketulusan diukur dari seberapa besar pengorbanan yang diberikan.

Jadi pengen ke bali euyy.. 😂

Dipublikasi di Resensi buku | Tag | Meninggalkan komentar

Critical Eleven | Ulasan Buku

Sebenarnya, aku agak terganggu dengan terlalu banyaknya diksi english dlm novel ini. Hampir 25% menurutku.
Tapi aku angkat topi dengan sudut pandang yang diambil oleh penulis.
Dalam tiap kejadian, pembaca akan di ping-pong menilik dari sudut pandang tokoh pria dan tokoh wanitanya. Alhasil, pembaca selalu bisa memandang tiap persoalan dari dua sisi dengan adil.
Critical Eleven

Aku pernah memakai konsep double view ini dalam cerpen “Riecky-Nadine” di tahun 2010. Dan aku bisa membayangkan betapa sulitnya seorang Ika Natassa mengatur psikologinya dalam menulis novel ini. Banyangkan kamu sedang menjadi seorang laki-laki yang maskulin, tegas namun penyabar. Tiba2 di paragraph selanjutnya kamu harus menjadi seorang perempuan yang feminim, mewek dan ngambekan.

Disinilah kemampuan seni psikologi seorang penulis diuji. Hanya penulis2 yang punya faktor Schizoprenia (kepribadian ganda) yang tinggi yang bisa menulis dengan sudut pandang seperti ini.

Awesome

Dipublikasi di Resensi buku | Tag | Meninggalkan komentar

COFFEE CORNER II

Perihal Coffee Corner 2

Cover Coffee Corner2 Fix

Cukup lama saya tidak mengeluarkan buku. Hampir 3 tahun sejak buku terakhir saya yang berjudul “Mencari Amanda” dan hampir 5 tahun sejak buku “Coffee Corner” pertama  diterbitkan. Meskipun menulis masih menjadi rutinitas keseharian yang tidak bisa saya tinggalkan, ada sesuatu yang kemudian membuat saya membatasi publikasi tulisan-tulisan saya. Entah mengapa sekarang setelah menyelesaikan sebuah tulisan, baik itu cerpen, resensi, atau esai. Berbagai pertanyaan-pertanyaan selalu menggerayangi pikiran saya sebelum saya memutuskan mempublikasikan tulisan-tulisan saya tersebut. Mengapa saya harus mempublikasikan tulisan tersebut? Apa yang akan orang-orang dapatkan setelah membacara tulisan saya? Dan apa yang akan saya dapatkan kelak setelah orang-orang membaca tulisan saya? Maka meskipun menulis telah menjadi nafas, menerbitkan buku sekarang bukan lagi menjadi hal yang sederhana. Sebab saya merasa menerbitkan buku adalah seperti sebuah pertaruhan. Bukan hanya pahala yang bersifat ‘jariyah’ yang akan didapatkan, melainkan bisa  juga ada dosa yang akan terus mengalir dari buku yang telah diterbitkan.

Dari semua buku-buku yang pernah saya tulis, “Coffee Corner” adalah  satu-satunya buku yang sedari awal sudah saya niatkan untuk dilanjutkan. Saya merasa tulisan-tulisan yang saya buat di dalam buku ini murni terlahir dari inspirasi-inspirasi yang datang dalam kehidupan sehari-hari. Dari perjalanan-perjalanan yang tidak terduga, dari pemikiran dan perenungan-perenungan yang khidmat, dari persahabatan dan selalu dari diskusi-diskusi yang lahir disela-sela seruputan cangkir demi cangkir kopi. Ketika saya merasa terinspirasi, tidak ada hal lain yang ingin saya lakukan selain menuliskannya dan membagikan inspirasi itu kepada orang lain sebanyak mungkin. Tidak ada kesedihan, tidak ada kebencian, yang ada hanyalah inspirasi yang akan melahirkan inspirasi lainnya. Buku seperti inilah yang kemudian selalu ingin saya tulis. Buku-buku yang bergizi, memberi arti dan mudah dicerna menjadi amal suci. Seperti yang pernah diucapkan oleh Imam Ali Bin Abi Thalib r.a, “Tulisan itu abadi, maka tulislah sesuatu yang akan menyenangkanmu di akhirat nanti.”

Membagi buku ini menjadi beberapa bagian, saya menempatkan inspirasi-inspirasi yang lahir dari pemikirian sehari-hari pada Coffee Talk. Motivasi-motivasi yang lahir dari dan untuk dunia wirausaha saya pada Entrepreneur Soul, dan pemikiran-pemikiran seputar dunia cinta dan jodoh pada Two Become One. Pada bagian Solidarity sengaja saya banyak bercerita tentang Komunitas Peduli Anak Bangsa (KOMPAS). Saya Merasa, diantara begitu banyak komunitas sosial yang saya cemplungi, KOMPAS lah yang paling mendapatkan kesan yang paling mendalam di hati dan ingatan saya. Sayang, sebentar sekali rasanya saya menjadi bagian dari mereka. Pendek sekali kebersamaan kami. Hanya sekejap mata saja, kami sudah harus berpisah. Maka izinkanlah saya mengabadikan perjalanan yang singkat itu kedalam tulisan dan buku saya. Sekedar untuk mengenang bahwa saya pernah terbakar gelora dalam melakukan banyak hal baik bersama mereka. Pernah bersama berjuang dan melakukan sesuatu yang kelak akan dikenang oleh banyak anak-anak.

Cover Coffee Corner2 Thumbnail

Terima kasih saya ucapkan kepada orang-orang yang masih dan selalu menginspirasi saya. Aini & Budi yang masih menjadi bagian dari Coffee Corner sejak buku pertama. Ade Irawan, Agus, Hery & orang-orang yang pernah menjadi bagian dari Flow Pancake & Coffee. Ahmad Azwan dan Okta Libriansyah yang telah menjadi sahabat disaat-saat yang sulit. Orang-orang yang ceritanya saya angkat namun namanya tidak bisa saya sebutkan didalam buku ini. Afi yang sudah setia menemani selama proses editing buku ini. Keluarga besar KOMPAS tentu saja. Bangga sekali pernah menjadi bagian dari kalian. Teruslah menebar inspirasi dimanapun berada. Allah SWT untuk segala berkat, rahmat juga hidayahnya, Alhamdullilah.

Semoga catatan-catatan didalam buku ini membawa kemaslahatan bagi kita semua. Aamiin Allahumma aamiin. Selamat membaca.

Bagi teman-teman yang berminat untuk membaca buku ini, silahkan SMS atau WA ke 081370809193. atau 0895326115774

 Funky Tri Doretta

https://funkytridoretta.wordpress.com

***

Pre Order

“Sangat inspiratif dan sarat akan nilai-nilai kehidupan. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, pesan yang tersirat di dalam buku ini mampu tersampaikan tanpa menggurui.” ~ Hendika Risman, Ketua KOMPAS

“Membaca seluruh isi buku ini seperti menikmati pagi usai diguyur hujan, lalu disirami cahaya mentari; menyejukan, menghangatkan, dan mencerahkan. ”                ~ Ihan Sunrise, Pemimpin Umum www.portalsatu.com

“Sarat akan makna, dikemas dengan bahasa yang apik dan mudah dipahami, membuat buku ini menarik untuk terus melanjutkan membaca dari halaman ke halaman berikutnya hingga selesai tanpa disadari” ~ Elis Wahyuni, Owner Mimikopi- Yogyakarta

“Duduk dan menikmati secangkir kopi bersama Mas Funky memang selalu mendapatkan inspirasi dan pencerahan. Seperti menyelesaikan membaca buku ini, ada banyak petikan-petikan yang simpan dan membuat saya tercerah.”                          ~  Nadya Iriani, Blogger

Dipublikasi di Cerita Inspirasi | Tag | Meninggalkan komentar

Angan Senja & Senyum Pagi | Resensi Buku

Resensi by : Funky Tri Doretta

“Untukmu dan masa lalu,

Semua yang tersimpan dalam ingatan namun tak terkatakan

Beberapa keputusan tidak bisa diubah, meski bisa disesali

Sementara waktu tidak mungkin bisa diulang

Kisah manis selalu layak dikenang

Semoga mereka mengerti”

 

Setelah melewatkan 2 karya Fahd Pahdepie sebelumnya, Jodoh dan Sehidup Sesurga, saya akhirnya menyempatkan untuk membaca novel besutannya yang terakhir, “Angan Senja & Seyum Pagi”. Ada beberapa hal yang membuat saya tertarik untuk membaca novel teranyar Fahd ini. Pertama karena judulnya yang puitis, kedua kerena ilustrasi covernya yang artistik (Lukisan Leonid Afremov : Love by the Lake), juga karena penerbitnya dalah “Falcon Publishing” yang merupakan penerbit baru  anak dari Falcon Music & Falcon Movie.

Angan Senja & Senyum Pagi

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi buku | Tag , | Meninggalkan komentar

Lelaki Terindah | Resensi Buku

“Ketika Cinta tidak memilih jenis kelamin,

Ia pun menjadi terlarang…”

Setelah membahas ‘Angin Bersyair’ pada postingan sebelumnya, ada beberapa teman yang penasaran dan bertanya tentang buku-buku Andrei Aksana lainnya. Tentu saja sebenarnya buku-buku Andrei Aksana sangat banyak, mengingat beliau adalah penulis yang cukup produktif sejak periode 90 an akhir sampai medio 2000 an.  Sebagai penggemar karya sastra, saya tentu mengikuti beberapa karya penulis besar seperti Andrei Aksana. Dan karena ada beberapa teman yang meminta saya merekomendasikan karya Andrei Aksana lainnya selain ‘Angin Bersyair’; maka untuk kali ini saya memilih  membahas karya Andrei Aksana lainnya yang berjudul ‘Lelaki Terindah’.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi buku | Tag , | Meninggalkan komentar

Angin Bersyair | Resensi Buku

Resensi by : Funky Tri Doretta

Bercerita tentang perjalanan Sukma ke Bali dengan hanya berbekal secarik kertas yang diberikan oleh Kiev, kekasihnya. Secari kertas tersebut membawanya terdampar di Ubud, yang kemudian mempertemukannya dengan Bu Padmi, Nawang dan Raka. Seorang pelukis sekaligus dosen seni rupa. Pertemuan yang kemudian hari membawa banyak kisah baru di dalam hidupnya. Di Ubud, ternyata kekasihnya memberinya sebidang tanah yang luas sebagai hadiah ulang tahunnya. Dan di tanah yang masih berbentuk sawah tersebut, Sukma yang memang seorang arsitek diminta Kiev untuk menggambarkan rumah impian yang kelak akan dibangunkan oleh Kiev untuknya.

Jenuh menjadi simpanan Kiev yang sudah beristri, lelah dengan hubungan yang tanpa harapan, Sukma bangkit dari jeratan yang selama ini mengekang batinnya nya. Ia memutuskan hubungannya dengan Kiev dan mengembalikan semua pemberian Kiev termasuk tanah di Ubud yang menjadi hadiah ulang tahunnya.

Angin Bersyair

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi buku | Tag | Meninggalkan komentar