Di Bawah Langit yang Sama | Ulasan Buku

-Agama memang penuh dengan cinta. Tetapi cinta, tidak pernah punya Agama. *Rumi Djalaludin


Kemarin dikirimin temen buku ini. Buat bantu2 riset katanya. Kebetulan aku memang lagi garap novel dgn tema yg sama dengan novel ini.

Di bawah langit yang sama

Setelah Angin Bersyair nya Andrei Aksana, aku pikir novel Helga Rif inilah novel dengan setting Bali terbaik yg pernah aku baca. Bali memang tidak pernah habis-habisnya untuk dibicarakan. Pemandanganya indah, budayanya adalah seni.

Kalau dalam Angin Bersyair, Andrei Aksana lebih banyak berbicara tentang sejarah Bali. Disini Helga Rif banyak bicara tentang budayanya. Sebagai orang Bali asli, Helga bisa menceritakan prosesi Ngaben dengan lugas. Lengkap dengan dialog2 dan istilah2 dalam bahasa bali. Susunan strata masyarakat, juga cara beribadah mereka.

Mengusung tema cinta berbeda budaya, suku dan Agama novel ini penuh dengan konflik batin tokoh utamanya dalam menentukan pilihan cintanya. Meninggalkan keluarga ? Atau meninggalkan kekasihnya ?

Ada cinta segitiga diantaranya, yang tentu saja memakan korban yang terluka hatinya. Namun dalam cinta sejati, sering kali ketulusan diukur dari seberapa besar pengorbanan yang diberikan.

Jadi pengen ke bali euyy.. 😂

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Resensi buku dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s