COFFEE CORNER II

Perihal Coffee Corner 2

Cover Coffee Corner2 Fix

Cukup lama saya tidak mengeluarkan buku. Hampir 3 tahun sejak buku terakhir saya yang berjudul “Mencari Amanda” dan hampir 5 tahun sejak buku “Coffee Corner” pertama  diterbitkan. Meskipun menulis masih menjadi rutinitas keseharian yang tidak bisa saya tinggalkan, ada sesuatu yang kemudian membuat saya membatasi publikasi tulisan-tulisan saya. Entah mengapa sekarang setelah menyelesaikan sebuah tulisan, baik itu cerpen, resensi, atau esai. Berbagai pertanyaan-pertanyaan selalu menggerayangi pikiran saya sebelum saya memutuskan mempublikasikan tulisan-tulisan saya tersebut. Mengapa saya harus mempublikasikan tulisan tersebut? Apa yang akan orang-orang dapatkan setelah membacara tulisan saya? Dan apa yang akan saya dapatkan kelak setelah orang-orang membaca tulisan saya? Maka meskipun menulis telah menjadi nafas, menerbitkan buku sekarang bukan lagi menjadi hal yang sederhana. Sebab saya merasa menerbitkan buku adalah seperti sebuah pertaruhan. Bukan hanya pahala yang bersifat ‘jariyah’ yang akan didapatkan, melainkan bisa  juga ada dosa yang akan terus mengalir dari buku yang telah diterbitkan.

Dari semua buku-buku yang pernah saya tulis, “Coffee Corner” adalah  satu-satunya buku yang sedari awal sudah saya niatkan untuk dilanjutkan. Saya merasa tulisan-tulisan yang saya buat di dalam buku ini murni terlahir dari inspirasi-inspirasi yang datang dalam kehidupan sehari-hari. Dari perjalanan-perjalanan yang tidak terduga, dari pemikiran dan perenungan-perenungan yang khidmat, dari persahabatan dan selalu dari diskusi-diskusi yang lahir disela-sela seruputan cangkir demi cangkir kopi. Ketika saya merasa terinspirasi, tidak ada hal lain yang ingin saya lakukan selain menuliskannya dan membagikan inspirasi itu kepada orang lain sebanyak mungkin. Tidak ada kesedihan, tidak ada kebencian, yang ada hanyalah inspirasi yang akan melahirkan inspirasi lainnya. Buku seperti inilah yang kemudian selalu ingin saya tulis. Buku-buku yang bergizi, memberi arti dan mudah dicerna menjadi amal suci. Seperti yang pernah diucapkan oleh Imam Ali Bin Abi Thalib r.a, “Tulisan itu abadi, maka tulislah sesuatu yang akan menyenangkanmu di akhirat nanti.”

Membagi buku ini menjadi beberapa bagian, saya menempatkan inspirasi-inspirasi yang lahir dari pemikirian sehari-hari pada Coffee Talk. Motivasi-motivasi yang lahir dari dan untuk dunia wirausaha saya pada Entrepreneur Soul, dan pemikiran-pemikiran seputar dunia cinta dan jodoh pada Two Become One. Pada bagian Solidarity sengaja saya banyak bercerita tentang Komunitas Peduli Anak Bangsa (KOMPAS). Saya Merasa, diantara begitu banyak komunitas sosial yang saya cemplungi, KOMPAS lah yang paling mendapatkan kesan yang paling mendalam di hati dan ingatan saya. Sayang, sebentar sekali rasanya saya menjadi bagian dari mereka. Pendek sekali kebersamaan kami. Hanya sekejap mata saja, kami sudah harus berpisah. Maka izinkanlah saya mengabadikan perjalanan yang singkat itu kedalam tulisan dan buku saya. Sekedar untuk mengenang bahwa saya pernah terbakar gelora dalam melakukan banyak hal baik bersama mereka. Pernah bersama berjuang dan melakukan sesuatu yang kelak akan dikenang oleh banyak anak-anak.

Cover Coffee Corner2 Thumbnail

Terima kasih saya ucapkan kepada orang-orang yang masih dan selalu menginspirasi saya. Aini & Budi yang masih menjadi bagian dari Coffee Corner sejak buku pertama. Ade Irawan, Agus, Hery & orang-orang yang pernah menjadi bagian dari Flow Pancake & Coffee. Ahmad Azwan dan Okta Libriansyah yang telah menjadi sahabat disaat-saat yang sulit. Orang-orang yang ceritanya saya angkat namun namanya tidak bisa saya sebutkan didalam buku ini. Afi yang sudah setia menemani selama proses editing buku ini. Keluarga besar KOMPAS tentu saja. Bangga sekali pernah menjadi bagian dari kalian. Teruslah menebar inspirasi dimanapun berada. Allah SWT untuk segala berkat, rahmat juga hidayahnya, Alhamdullilah.

Semoga catatan-catatan didalam buku ini membawa kemaslahatan bagi kita semua. Aamiin Allahumma aamiin. Selamat membaca.

Bagi teman-teman yang berminat untuk membaca buku ini, silahkan SMS atau WA ke 081370809193. atau 0895326115774

 Funky Tri Doretta

https://funkytridoretta.wordpress.com

***

Pre Order

“Sangat inspiratif dan sarat akan nilai-nilai kehidupan. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, pesan yang tersirat di dalam buku ini mampu tersampaikan tanpa menggurui.” ~ Hendika Risman, Ketua KOMPAS

“Membaca seluruh isi buku ini seperti menikmati pagi usai diguyur hujan, lalu disirami cahaya mentari; menyejukan, menghangatkan, dan mencerahkan. ”                ~ Ihan Sunrise, Pemimpin Umum www.portalsatu.com

“Sarat akan makna, dikemas dengan bahasa yang apik dan mudah dipahami, membuat buku ini menarik untuk terus melanjutkan membaca dari halaman ke halaman berikutnya hingga selesai tanpa disadari” ~ Elis Wahyuni, Owner Mimikopi- Yogyakarta

“Duduk dan menikmati secangkir kopi bersama Mas Funky memang selalu mendapatkan inspirasi dan pencerahan. Seperti menyelesaikan membaca buku ini, ada banyak petikan-petikan yang simpan dan membuat saya tercerah.”                          ~  Nadya Iriani, Blogger

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Cerita Inspirasi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s