Angan Senja & Senyum Pagi | Resensi Buku

Resensi by : Funky Tri Doretta

“Untukmu dan masa lalu,

Semua yang tersimpan dalam ingatan namun tak terkatakan

Beberapa keputusan tidak bisa diubah, meski bisa disesali

Sementara waktu tidak mungkin bisa diulang

Kisah manis selalu layak dikenang

Semoga mereka mengerti”

 

Setelah melewatkan 2 karya Fahd Pahdepie sebelumnya, Jodoh dan Sehidup Sesurga, saya akhirnya menyempatkan untuk membaca novel besutannya yang terakhir, “Angan Senja & Seyum Pagi”. Ada beberapa hal yang membuat saya tertarik untuk membaca novel teranyar Fahd ini. Pertama karena judulnya yang puitis, kedua kerena ilustrasi covernya yang artistik (Lukisan Leonid Afremov : Love by the Lake), juga karena penerbitnya dalah “Falcon Publishing” yang merupakan penerbit baru  anak dari Falcon Music & Falcon Movie.

Angan Senja & Senyum Pagi

Angan Senja & Senyum Pagi. Dua remaja itu sebenarnya mempunyai kepribadian yang bersebrangan. Angan Senja adalah pemuda yang pendiam, cupu dan kutu buku, juara olimpiade matematika. Sementara Senyum Pagi adalah seorang gadis yang periang, sedikit badung, cantik dan banyak pacar, dia adalah seleb sekolah yang wajahnya menjadi langganan cover majalah sekolah. Sama-sama bolos pelajaran matematika, kedua remaja yang berbeda strata kelas itu tidak sengaja bertemu di sebuah lorong sekolah. Sebuah awal perkenalan yang kemudian membawa mereka menjadi semakin akrab. Kesamaan hobi music dan Latar belakang keluarga yang kelam lantas membuat dua sejoli itu mudah saling mengisi. Senyum Pagi datang dari keluarga yang broken home karena perceraian kedua orang tuanya, sementara Angan Senja sudah lama hanya hidup berdua dengan Ibunnya saja sejak Ayahnya meninggal dalam kecelakaan.

Pertemuan yang kemudian semakin intensif dan dan banyaknya hal-hal kehidupan yang dibagi berdua membuat benih-benih cinta di hati mereka tumbuh dengan subur dan indah. Sebuah perasaan yang sudah diniatkan oleh Senyum Pagi untuk diungkapkan pada Angan Senja. Tetapi sayang, tepat sebelum Senyum Pagi mengungkapkan isi hatinya, Angan Senja sudah keburu memberinya kejutan bahwa dirinya lulus beasiswa ke Amerika. Mengulum senyum, Senyum Pagi menelan kembali niatnya untuk menyampaikan perasaannya.

***

Setelah lama menghilang dan saling tidak ada khabar, 17 tahun kemudian takdir mempertemukan kembali dua sejoli ini kembali. Angan Senja telah memiliki perusahaan akuntan terbaik di Jakarta, sementara Senyum Pagi telah memiliki seorang anak cantik bernama Embun Fajar, buah hati dari pernikahannya yang pertama dengan searang pemain band. Dengan getar cinta yang masih sama seperti 17 tahun silam, seharusnya mereka bisa saja memulai segalanya bersama-sama kembali. Tetapi pada moment pertemuan itu, Senyum Pagi sedang sibuk mengurus persiapan pernikahan keduanya dengan seorang pengacara bernama Hari. Sementara Angan Senja sudah kadung berniat untuk menjalankan wasiat Ibunnya yang memintanya menikahi Dini.

***

Memilih alur campuran maju-mundur untuk mengalirkan  ceritanya, Fahd membuat para pembaca harus memilah, kapan ia menceritakan masa lalu, dan kapan ia menceritakan masa kini.  Ini kadang membuat pertanyaan-pertanyaan yang tersimpan di kepala pembaca baru terjawab pada bab-bab selanjutnya.

Sudut pandang orang ketiga yang diambil, saya nilai cukup adil. Mengingat Fahd membagi cerita dalam dua pilah; sisi kehidupan Angan Senja, dan sisi kehidupan Senyum Pagi. Hadirnya sosok-sosok berkarakter yang menjadi latar cerita seperti Ibun yang bijak, Embun Fajar yang pintar dan tegar, Hari yang egois dan Dini yang lembut dan pengertian member warna tersendiri dalam novel ini.

Dan jujur, Unpredict Ending  yang dipilih Fahd untuk mengakhiri novelnya membuat saya cukup surprise. Karena semula saya mengira Novel ini telah berakhir sampai pada Bab 32, lalu kemudian selajutnya diselesaikan dengan epilog sampai lembar akhir.  Tetapi ternyata tidak, Fahd meneruskan ending itu sampai  2 bab setelahnya, sebelum diselesaikan dengan epilog pada bab 34 yang menjadi bab pamungkas.

Hmm.., Novel yang lumayan keren dan menarik. 352 halaman yang saya selesaikan dalam 2 kali membuka novel ini.

***

 

 

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Resensi buku dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s