Lelaki Terindah | Resensi Buku

“Ketika Cinta tidak memilih jenis kelamin,

Ia pun menjadi terlarang…”

Setelah membahas ‘Angin Bersyair’ pada postingan sebelumnya, ada beberapa teman yang penasaran dan bertanya tentang buku-buku Andrei Aksana lainnya. Tentu saja sebenarnya buku-buku Andrei Aksana sangat banyak, mengingat beliau adalah penulis yang cukup produktif sejak periode 90 an akhir sampai medio 2000 an.  Sebagai penggemar karya sastra, saya tentu mengikuti beberapa karya penulis besar seperti Andrei Aksana. Dan karena ada beberapa teman yang meminta saya merekomendasikan karya Andrei Aksana lainnya selain ‘Angin Bersyair’; maka untuk kali ini saya memilih  membahas karya Andrei Aksana lainnya yang berjudul ‘Lelaki Terindah’.

Lelaki Terindah

Mengapa saya memilih untuk merekomendasikan karya Andrei Aksana ini? Saya ingat dulu saya membaca novel ini hanya dalam sekali membuka buku ini, blas, saya langsung tidak bisa mengentikan untuk terus mebuka lembar-demi lembar novel ini. Berbeda ketika saya membuka karya Andrei Aksana lainnya seperti Janda-Janda Kosmopolitan, atau M2L. Untuk judul yang terakhir, bahkan masuk kedalam novel dengan durasi yang paling lama yang pernah saya baca.

Diceritakan di dalam novel ini bagaimana Rafky menceritakan kisah cintanya kepada seorang penulis bertokoh ‘Aku’. Sebuah kisah cinta yang tabu. Kisah cinta yang diluar norma dan kodratnya. Kisah cinta antara seorang lelaki dan lelaki.

Secara tidak sengaja, Rafky yang hendak menghabiskan liburannya di kota Bangkok, Thailand, berkenalan dengan Valent di dalam pesawat. Seorang pemuda yang tampan, lembut dan sopan. Sebuah perkenalan yang kemudian membawa mereka pada petualangan yang sama di Negeri Gajah Putih. Tinggal di kamar hotel yang sama, menjalani waktu bersama, membuat mereka terjebak dalam sebuah perasaan yang ganjil. Valent yang lembut, dan Rafky yang tegas. Rafky iba atas penyakit diabetes mellitus akut yang diidap oleh Valent, Sementara Valent yang piatu sejak kanak-kanak, memang sudah lama merindukan kasih sayang dari seorang Lelaki.

“Cuma perlu sepercik api

untuk meletup dan melahap habis semuanya

Karena sisanya adalah slang

Berisi besinsi keinginan dan minyak gairah”

Tidak pasrah begitu saja. Sekuat tenaga, sebenarnya mereka telah mencoba menepis perasaan ganjil itu. Rafky yang marah besar ketika menyadari ia terjebak asmara yang tabu sempat meninggalkan Valent lalu bercinta dengan seorang pelacur untuk membangkitkan gairahnya kembali pada perempuan. Namun sia-sia, perasaannya terhadap Valent sudah kadung menjeratnya sangat dalam.

Sebenarnya, baik Rafky maupun Valent adalah lelaki normal sebelumnya. Rafky memiliki seorang kekasih yang cantik dan sexy bernama Rhea. Sementara Valent sendiri sedang dalam masa persiapan menikah dengan kekasihnya, Kinan. Sepulang dari Bangkok, mereka tetap melanjutkan asmara mereka di Jakarta dengan alibi ‘Sahabat’. Meskipun terdengar aneh, kekasih-kekasih mereka sebelumnya tidaklah menaruh curiga apa-apa pada hubungan mereka. Pun, begitu pada orang tua mereka. Ibu Valent bahkan dengan senang menyambut Rafky dan malah sering meminta Rafky menginap di rumah Valent. Tentu saja, sebuah kesempatan yang dimanfaatkan Rafky dan Valent untuk mempererat asmara mereka.

Hingga akhirnya, mereka merasa bahwa mereka sudah tidak bisa lagi menjalani sandiwara itu. Mereka merasa bahwa mereka harus jujur kepada dunia, terlepas itu boleh atau tidak, diterima tau tidak. Rafky akhirnya jujur kepada Rhea dan Ibunya. Pun begitu Valent yang membatalkan pernikahannya dengan Kinan dan mengatakan kepada Ibunya perihal hubungannya yang sebenarnya dengan Rafky. Tentu saja, kejujuran yang ditolak oleh semua pihak. Terutama oleh Ibu-Ibu mereka dan Rhea. Rhea bahkan menantang Rafky untuk bercinta dengannya dan seorang lelaki lain agar Rafky tidak meninggalkannya. Ibu Valent melarang keras Rafky menemuin anaknya. Hingga kemudian Kesehatan Valent drop, dan hanya Rafky yang mampu membuatnya tersenyum kembali.

***

“Cinta telah menjadi kejahatan,

Kita harus lari dan bersembunyi

Agar tak dicaci dan dijeruji

                Saya bukan orang yang pro terhadap hubungan sesama jenis. Saya percaya Andrei Aksana sang penulis novel ini pun begitu. Kalau saya merekomendasikan buku ini, murni karena nilai-nilai keindahan seni dan sastra di dalamnya. Plot dan alur cerita yang menarik, konflik demi konflik yang mengguncang, juga diksi-diksi  dan sajak-sajak yang puitis akan banyak kita nikmati sepanjang halaman buku ini. Sisi buruknya Nobvel ini mungkin adalah bagian-bagian percintaan dua lelaki dewasa yang pantas kita skip, juga adegan-adegan ala sinetronik yang masih juga menjadi cirri khas Andrei Aksana. Apapun itu, jika novel ini tidak menarik, tidak mungkin sampai di cetak 11 kali bukan? 🙂

                Selamat hunting novel ini, selamat membaca.

***

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Resensi buku dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s