Perihal Kegalauan

“Ada yang salah dengan Funky belakangan ini”

Begitu mungkin pemikiran banyak orang-orang disekitar saya tentang diri saya belakangan ini. Di media sosial saya kerap menulis  status-status yang terkesan galau. Di Blog, saya posting tulisan-tulisan yang menyedihkan. Di realita, saya kembali menyukai kesunyian hingga kerap melamun seorang diri. Mungkin karena sudah sekian lamanya saya tidak pernah posting tulisan-tulisan seperti itu di media sosial ataupun Blog, malah membuat orang-orang berfikir bahwa ada yang salah dengan diri saya belakangan ini. Inbox FB, email dan WA saya dipenuhi dengan pertanyaan, “Kamu kenapa, Mas?”.  “Ada masalah, Mas?”. Atau ada juga yang mencibir, “Galau, nih ye !”, “Udah tua, ngga pantes galau”.

menatap jalan panjang

Pantas memang, karena sudah lama memang saya bertekad untuk tidak mengumbar kesedihan dan kegalauan lagi. Sudah lama saya memulai sebuah cita untuk hanya membagikan hal-hal yang membahagiakan, hal-hal yang membangkitkan semangat, yang member inspirasi. Bukan sesuatu yang membuat orang bersedih.

Hingga kemudian, tawaran itu datang. Sebuah tawaran untuk menuntaskan buku Amanda. Gayung pun bersambut, sudah lama sebenarnya saya ingin melepaskan diri dari tokoh Amanda ini. Lalu saya berfikir, mungkin inilah saat yang tepat untuk menuntaskan buku ini, melepaskan diri dari tokoh Amanda. Setelah 6 tahun sejak buku “Dear Amanda” ,  3 tahun sejak buku “Mencari Amanda”.

Saya tahu, menulis kembali buku Amanda berarti harus menggali kembali kesedihan yang paling dalam. Kegalauan yang paling galau. Sialnya kesedihan dan kegalauan itu sudah tidak bisa saya bangun dengan singkat, chemistry itu harus saya bangun dengan susah payah sejak jauh-jauh hari. Karena sejatinya, saya bukan lagi orang yang mudah galau. Ekspresi pun saya  coba bangun sejak dini, ekpresi ini lah yang kemudian terimbas pada status-status Facebook dan tulisan-tulisan di blog saya belakangan ini.

So, saya tekankan lagi, bahwa ini hanyalah proses penjiwaan karakter tokoh dalam buku Amanda. Percayalah bahwa saya baik dan akan selalu baik-baik saja. Saya sadar bahwa teman-teman saya dan pembaca blog menjadi korban dari ekspresi penjiwaaan ini. Maka dari itu, saya telah membuat satu blog lagi yang hanya akan menampung kegalauan dan kesedihan penjiwaaan karakter ini. Sebuah blog yang untuk sementara hanya saya yang mengetahuinya.

Saya mohon maaf jika postingan-postingan kegalauan kemarin sempat membuat kalian semua bertanya tanya. Semoga proses ini dapat selesai dengan lekas. Aamiin

-Tabik

Funky Tri Doretta

 

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Catatan Pendek. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s