Syamsul Bahri

Tidak sulit mengenali bocah itu. Di taman kota Baturaja, ia sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Kulitnya yang putih dan matanya yang kecoklatan menjadi ciri khas tersendiri bagi dirinya. Persis seperti anak seorang bule.  Saban sore mulai dari jam 4, bocah itu pasti muncul disekitar taman kota. Tanpa alas kaki, memanggul karung plastik putih yang sarat berisi botol-botol plastik dan kaleng susu bekas di pundaknya.

Syamsul namanya. Saya baru mengenalnya ketika Flow Kafe resmi dibuka di Taman Kota Baturaja sekitar 3 tahun yang lalu. Dari pengunjung kafe dan pedadang-pedagang lain yang sudah lama berjualan di Taman Kota, saya mendapatkan informasi bahwa bocah mirip bule itu sudah lama memulung di Taman Kota Baturaja. Biasanya, Syamsul tiba di Taman kota pukul 4 atau 5 sore dengan berjalan kali dari rumahnya yang berjarak sekitar 8 Km. Pukul 10 malam nanti, Ayahnya akan menjemputnya dengan sebuah gerobak kayu. Jadilah Syamsul dan botol-botol hasil memulungnya kemudian naik diatas gerobak, sementara Ayahnya akan mendorong gerobak tersebut sampai kerumah.

Photo0102

Syamsul (Kiri) bersama teman-teman Taman Kota Baturaja

Tidak langsung dijual, botol-botol yang berhasil dikumpulkan oleh Syamsul setiap malamnya akan ditumpuk di pekarangan rumahnya, dijadikan satu dengan botol-botol bekas yang didapat oleh ayah dan kakaknya yang juga mencari botol bekas. Setiap 3 atau 4 bulan, baru botol-botol tersebut akan dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya kemudian digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga juga pendidikan Syamsul. Dibelikan buku, sepatu dan seragam sekolah. Tidak selalu sendirian, saat-saat tertentu Syamsul terkadang mengajak kakak perempuannya yang bernama Yanti untuk membantu, terutama disaat-saat pengunjung Taman Kota ramai seperti pada malam tahun baru atau malam takbiran lebaran. Sama seperti Syamsul, Yanti juga berperawakan seperti seorang anak indo belanda. Berkulit putih, bermata cokelat dan berambut pirang. Cantik, namun ia tidak pernah gengsi disaksikan banyak orang memungut botol bekas di Taman Kota. Meskipun kemudian setahun belakangan ini Yanti sudah jarang membantu Syamsul mencari botol bekas di Taman Kota. Sekolahnya yang mulai menginjak bangku SMA membuatnya harus lebiuh banyak tinggal di rumah untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Tetapi tidak berarti dia berhenti membantu kedua orang tuanya.Di sela-sela waktuanya belajar, Yanti masih menyempatkan membuat dan memanggang kemplang untuk dijual sebagai tambahan penghasilan keluarga. Anak-anak yang luar biasa, bukan ?

IMG-20140728-01197

Kalau sudah begini, siapa yang percaya kalau dia adalah pemulung botol bekas ?

Saya yang memang selalu kagum sekaligus prihatin terhadap anak-anak pekerja keras seperti Syamsul kemudian mencoba mendekatinya secara personal. Mulai dari mengajaknya makan, ngobrol atau bermain bersama teman-teman lainnya sesama pencari nafkah di Taman Kota Baturaja.

Sedari awal mengenal dan kemudian dekat dengannya, saya sudah menemukan banyak perbedaan dan keistimewaan bocah ini dibanding teman-temannya yang lain. Syamsul adalah anak yang paling konsisten dalam pekerjaannya. Ketika teman-temannya yang lain berpindah-pindah pekerjaan mulai dari menyemir sepatu, mengamen atau jualan koran, Syamsul tetap bertahan memungut botol-botol plastik dan kaleng susu bekas para pengunjung dan pedagang di taman kota. Ketika teman-temannya yang lain terbawa arus pergaulan jalanan yang liar dan nakal, Syamsul menjadi satu-satunya anak yang sama sekali tidak terpengaruh dan bertahan pada jati dirinya. Motivasinya yang kuat untuk membantu perekonomian keluarga dan membiayai sendiri sekolahnya membuatnya teguh memiliki prinsip bahwa ia harus tetap menjadi anak yang baik. Untuk itulah ia menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan bekerja, bukan hanya untuk sekedar mencari uang jajan atau membeli mainan semata.

Di Taman Kota, Syamsul dikenal sebagai anak yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Penampilannya selalu bersih walaupun ia seorang pemulung. Syamsul juga tidak pernah mengulurkan tangan untuk mengiba kasihan kepada orang lain. Jika ada orang yang memang ingin membantunya, baru ia akan menerima dengan hati yang penuh syukur. Perilaku Syamsul inilah yang membuat ia disukai banyak orang di Taman Kota, mulai dari pedagang, juga pengunjung. Membuat ia menjadi anak jalanan yang paling dikenal di Taman Kota Baturaja. Berkah yang kemudian membuat Syamsul banyak diliput  oleh media cetak, online juga elektronik. Beberapakali, ia muncul di stasiun TV lokal dan nasional, juga di saluran Youtube. Liputan-liputan media ini tidak hanya membawa ketenaran untuk Syamsul, poin pentingnya adalah Syamsul dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak lagi anak-anak lain untuk giat membantu orang tua mereka. Meskipun mungkin tidak harus dengan bekerja mencari nafkah seperti Syamsul, melainkan dengan belajar lebih giat dan memperoleh prestasi yang membanggakan orang tua.

DSC07372

Kedekatannya dengan para pengunjung Taman Kota Baturaja

3 Tahun lebih mengenal dan dekat dengan Syamsul, membuat kami memiliki keterikatan emosi. Syamsul sudah seperti adik sendiri bagi saya. Meskipun saya kemudian jarang berada di kota Baturaja, kami terus berkomunikasi kasih lewat ponsel. Setiap lebaran di Baturaja, Syamsul selalu datang ke rumah, begitu juga setiap kali saya menggelar kegiatan “Baturaja Baca Gratis” setiap minggu pagi di Baturaja, Syamsul selalu hadir untuk membantu saya membereskan buku-buku bacaan. Tetapi sepertinya, saya akan lama tidak menjumpai adik berwajah bule ini. Seminggu yang lalu, Syamsul mengabarkan bahwa ia dan Yanti sudah dibawa keluarga ayahnya ke Kota Medan. Keluarga Ayahnya tersebut berniat untuk menyekolahkan Syamsul dan Yanti disana.

DSC_0000551

Saat lebaran di rumah

Ada perasaan sedih ketika mendengar khabar dari Syamsul tersebut. Bagaimanapun, mereka berdua sudah saya anggap seperti adik saya sendiri. Perasaan bersalah, juga menyelip tiba-tiba di dalam hati. Menyesal, karena selama ini saya belum bisa membantu banyak kedua adik saya tersebut. Di sisi lain, saya merasa bersyukur mereka berdua mau ikut keluarga yang mau menyekolahkan mereka meskipun kemudian mereka harus berpisah dengan kedua orang tua kandung mereka, karena selama ini sebenarnya sudah banyak orang yang bersedia mengangkat mereka sebagai anak dan disekolahkan, tetapi mereka selalu menolak karena enggan berpisah dengan kedua orang tua mereka.

983712_10205524643504085_6060653860293135686_n

Membantu di Baturaja Baca Gratis

Kali ini, Syamsul dan Yanti akhirnya menyerah pada keadaan. Sekolah mereka yang makin meninggi secara otomatis membuat biayanya semakin meninggi juga. Sementara, memungut botol bekas di Taman Kota bukan lagi pekerjaan mudah seperti dulu. Pengunjung yang semakin sepi dan banyaknya pemulung pendatang kerap kali membuat penghasilan Syamsul semakin berkurang. Tidak jarang ia kemudian mencari di luar Taman Kota sampai berpuluh-puluh kilometer demi memenuhi karungnya dengan botol bekas.

Demi alasan meneruskan pendidikan itulah, Syamsul dan Yanti akhirnya bersedia ikut keluarganya di Medan. Demi sekolah yang tidak boleh putus, demi harapan untuk terus membantu kedua orang tua mereka, demi masa depan yang lebih baik. Keputusan yang tidak mudah bagi anak seumuran mereka, namun tetap mereka jalani dengan ikhlas. Mengabaikan perasaan sedih, saya bersyukur Syamsul sekarang tidak perlu lagi menghabiskan tenaga dan waktunya untuk mencari botol bekas. Dengan begitu, ia bisa punya banyak waktu dan lebih fokus untuk belajar dan berprestasi disekolah. Demi membantu kedua orang tua, demi masa depan yang lebih baik. Teruntai doa untuk kedua adik saya disana.

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Cerita Inspirasi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s