Rumah Belajar Ceria “Cerdas Ilmunya, Cerdas Akhlaknya”

“Cerdas Ilmunya, Cerdas Akhlaknya”

140647

Kelas belajar “Rumah Baca Ceria”

Bangunan itu begitu sederhana, melayang diatas hamparan sawah yang mulai menguning. Semua dindingnya terbuat dari papan kayu dan beratapkan seng yang mulai mengarat. Harus melewati jembatan kayu yang mulai rapuh terlebih dahulu sebelum kita tiba dibangunan tersebut. Ketika saya dan teman-teman Komunitas Peduli Anak Bangsa (KOMPAS) sampai disana, beberapa relawan terlihat begitu sibuk membenahi daun jendela yang nyaris melayang tertiup angin.

Begitu sederhana. Tetapi siapa yang menyangka, bahwa di dalam bangunan sederhana itu ada sekitar 80 an anak yang begitu bersemangat dan giat menimba ilmu dan pengetahuan. Ya, bangunan yang begitu sederhana tersebut ternyata merupakan kelas belajar satu-satunya dari “Rumah Belajar Ceria”. Rumah belajar yang terletak di Jl. H.Sarkowi, Desa Sungai Pedado Musi Dua, persis dipinggir kota Palembang.

Usia murid-muridnya beragam, mulai dari 5 tahun sampai 12 tahun, bergantian belajar dari hari sabtu sampai minggu. Jika kelas tidak muat, sebagian murid-murid SD akan dipindahkan belajar di masjid yang terletak di sebelah kelas belajar.

140351

Suasana di dalam kelas

Tidak ada papan tulis permanen, tidak ada kursi dan bangku belajar. Baik di dalam kelas ataupun masjid, semua pelajaran akan diterangkan lewat papan tulis temporer yang dipasang sementara di dinding kelas lalu dilepaskan kembali jika pelajaran sudah selesai. Dimana anak-anak menulis? Hanya lantai itulah satu-satunya alas mereka untuk menulis. Serba terbatas, namun keterbatasan tersebut tidak sedikitpun menyusutkan semangat para relawan pengajar dan murid-murid untuk berbagi dan menimba ilmu.

IMG-20150830-WA007

Kegiatan Belajar dan Mengajar di dalam kelas

Adalah Evan dan teman-teman yang berada di balik berdirinya “Rumah Belajar Ceria” desa Sungai Pedado, Palembang pada 2014 silam. Dimulai dari keprihatinan mereka atas tingginya angka putus sekolah, dan tidak adanya fasilitas pendidikan usia dini di desa Sungai Pedado ini membuat mereka tergerak untuk mendirikan sebuah sarana pendidikan non formal untuk menyambung dan memfasilitasi pendidikan anak-anak di desa Sungai Pedado.

11427675_1603260973285239_4502601270236314062_n

Para Relawan “Rumah Belajar Ceria”

Setelah melewati beberapa proses dan pendekatan kepada warga, gayung pun akhirnya bersambut. Warga menyambut  niat baik mereka dan  sepakat menghibahkan kepada mereka sebuah bangunan sederhana yang dulunya digunakan sebagai masjid untuk dipakai sebagai sarana belajar dan mengajar. Itupun tidak bisa langsung digunakan untuk belajar, karena harus melewati beberapa proses perbaikan banguan dulu karena bangunan tersebut sudah kehilangan beberapa atapnya.

Dan siapa yang menyangka, dalam waktu yang singkat jumlah murid mereka sudah membludak. Hausnya kebutuhan warga akan sarana pendidikan anak-anak yang dekat dengan pemukiman mereka, gratis dan berkualitas membuat warga berbondong-bondong mengajak anak-anak mereka ke Rumah Belajar.

Evan dan rekan-rekannya pun mulai kewalahan. Rekruitment relawan-relawan pengajar baru secara continue dibuka sampai sekarang. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan demi menampung anak-anak sebanyak-banyaknya dan memberikan pendidikan sebaik-baiknya untuk anak-anak tersebut. Faktor pendanaan yang akan menjadi sumbu bagi keberlangsungan Rumah Belajar inipun dipikirkan dengan matang. Lalu didirikanlah “RBC Funding“. Sebuah anak divisi dari Rumah Belajar Ceria yang terus bergerak mencari para donatur untuk men-support kegiatan belajar dan mengajar di Rumah Belajar Ceria secara financial. Tidak hanya mengandalkan para donatur, Rumah Belajar Ceria juga berusaha mendanai kegiatan mereka secara mendiri dengan mendirikan “RBClothink”. Sebuah divisi yang mencari dana melalui penjualan kaos dan merchandise.

Mengagumkan. Itulah satu kata yang tiada henti berdengung dikepala saya melihat apa yang sudah dilakukan Evan dan relawan-relawan lainnya di Rumah Belajar Ceria. Ketika keadaan bangsa dan Negara yang sedang dalam carut marut seperti ini. Ketika sebagian besar dari kita hanya bisa memprotes kebijakan dan mengeluhkan keadaan, Rumah Belajar Ceria berkarya dalam diam mencerdaskan anak-anak bangsa. Memberikan pemahaman dan pengertian terbaik untuk anak-anak bangsa.  Esok lusa, satu dan dua anak-anak inilah yang akan memimpin bangsa dan negara ini, menjadi harapan bangsa, mengubah keadaan negara menjadi lebih baik lagi.

Kedepan, Rumah Belajar Ceria berencana untuk membangun sebuah gedung secara permanent. Alhamdullilah mereka mendapatkan hibah tanah dari desa Sungai Pedado. Tentu saja mereka tidak bisa berjalan sendiri. Mereka membutuhkan banyak bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak untuk melanjutkan misi mereka membangun pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa.

Bagi rekan-rekan yang berniat membantu mereka, bisa menghubungi akun-akun social media mereka berikut ini :

FB : Rumah Belajar Ceria

Twitter : @rbceria

Web : rbceria.com

Apapun sumbangsih yang kita berikan, akan sangat membantu keberlangsungan kegiatan belajar dan mengajar di Rumah belajar Ceria. Dan semoga, akan lebih banyak lagi yang terinspirasi dari Rumah belajar Ceria dalam membangun ilmu dan akhlak anak-anak penerus masa depan bangsa. Semoga.

10635993_1507963312815006_7140440767585186357_n

Anak-anak “Rumah Belajar Ceria”

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Komunitas Peduli Anak Bangsa dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Rumah Belajar Ceria “Cerdas Ilmunya, Cerdas Akhlaknya”

  1. topallisya berkata:

    keren mas Funky 🙂

  2. Ping balik: Rumah Belajar Ceria “Cerdas Ilmunya, Cerdas Akhlaknya” • Rumah Belajar Ceria

  3. Inovasi yang harus di budidayakan….eh kaya lele saja…. sangat bagus ini harus di suport dan ini yang sangat berperan harusya pemerinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s