Karena Cinta adalah Hati. Bukan materi…

Dibawah ini adalah sebuah pesan di Inbox Facebookku dari  adikku angkatku disurabaya.

Sengaja aku Publish (dengan meminta izin dahulu tentunya) untuk sekedar berbagi hikmah dan pelajaran berharga dari sebuah perjalanan cinta. Bahwa cinta bukanlah materi, bukanlah Harta dan tahtah. Cinta adalah HATI. Hati yang suci can tulus. Hati yang setia. Hati yang sederhana namun bertanggung jawab. Cinta adalah keteguhan. Keteguhan hati yang memilih.

 

* * *

 

Apa khabar masku..?

 

Aku baik2 saja..sedang bahagia skali mas..Karena aku  tengah  menanti detik hari Pernikahan yg uda aku rancang dengan Ray. Namun saying seribu saying, mas. Karena niat dan rencanaku tersebut tidak akan berjalan mulus.

 

beberapa waktu yang lalu, Ray meminta ijin pada ayahku  seorang diri untuk meminangku.  Namun tertolak halus. Ayahku  tidak setuju karena Ray  jauh lbh muda dariku. Terlebih, ray adalah laki-laki yang biasa saja. Keluarganya biasa-biasa saja, pekerjaan ray juga biasa-biasa saja. Dia bukan, datang dari keluarga yang berada dan kaya raya.  Tapi, aku sangat mencintainya mas. Sangat.

 

Aku terluka. Usia merangkak . Ayah percaya dukun, katanya aku kena peletlah, itulah, anulah.

Ayah memintaku  menggu org yg tepat. Pertanyaannya kapan, mas..? Aku ngga bisa, mas. AKu ini perempuan dan usiaku terus bertambah setiap hari.

 

Aku ingin menikah dengan laki-laki yang aku cintai, mas. Aku ingin merubah pikiran  ayahku. Aku  udah  capek  mencari. Kini disaat aku  benar-benar menemukan laki-laki yang sungguh-sungguh mencintai aku,  Ayah malah tidak menyetujuiku. Alasan wetonlah…, bibi bobot bebetlah, ..lalu kapan, mas  aku menikah ? Sampe usiaku usia 40th?? Sampe Menjadi perawan tua..?

Aku sangat mencintai Ray mas. Dari semua petualangan cintaku bersama laki-laki sebelumnya. Baru Ray yang memberanikan diri untuk datang sendiri kepada orang tuaku untuk melamarku. Baru Ray yang benar-benar menunjukan sesungguhannya. Ray sama sekali tidak gentar bertatapan dengan orang tuaku meskipun dia tahu dia tidak memiliki apa-apa untuk meminangku. Yang dia punya hanya satu, yaitu hati yang seluruhnya dia serahkan kepadaku. Ray sama sekali tidak menyerah, mas. Meskipun Ayah telah menolaknya dengan halus dan tegas.  Ray sangat  mencintaiku, mas. Aku selalu bisa merasakan dia bisa menjagaku, membimbingku, membahagiakan batinku.

 

Entahlah, mas

Aku  mohon doa mas, agar tahun ini cita-cita kami untuk menikah terwujud meskipun tanpa restu Ayah. Aku masih beruntung, karena ibu mengikhlaskan pilihan hatiku. Aku beruntung, karena ibu mengerti isi hatiku. “ gak perlu perdulikan ayahmu, akan ada wali hakim yang akan menikahkan kamu nanti. Sabar.., santai.., dan berjuanglah. Bismillah “ Begitu kata ibu.

 

Aku dan Ray telah merencanakan semuanya, mas. Kami sudah mulai menabung dari sekarang. Menyisihkan separuh dari gaji kamu untuk semua keperluan pernikahan nanti. Aku sudah mulai berhemat, sehemat-hematnya demi cita-cita kami.

 

Selepas lebaran nanti, Insyallah kami akan menjalankan ibadah itu, mas. Tidak akan ada pesta, apalagi yang besar-besaran. Rencananya kami hanya akan menikah di KUA, membagi nasi kotak kepada tetangga-tetangga sekedar pemberitahuan bahwa kami telah menikah, lalu paling makan-makan  biasa bersama sahabat-sahabat dekat. Ayah tidak akan datang, tapi Ibu mudah mudahan bersedia untuk datang. Aku  juga berharap, Mas bisa hadir dihari bahagia adikmu nanti. Doakan Aku ya, mas…

 

* terima kasih buat adikku yang telah mengizinkan aku untuk berbagi Cerita ini kepada sahabat-sahabatku. mas selalu mendoakanmu. Selalu.

Sampai ketemu di pernikahanmu …

Best Regards

Funky Tri Doretta


Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s