Laki-Laki Terhormat

Laki-Laki Terhormat

Cerpen by : Funky.Tri.Doretta

Dan pada akhirnya, semua dosa harus disudahi

Kuingatkan kalian para perempuan muda. Pikir dua kali jika kalian ingin menikah muda.  Jangan Terburu dan terbuai perasaan cinta yang buta. Pastikan bahwa kamu dan pasangan saling mencintai dengan tulus. Pastikan pernikahan adalah murni keputusan kalian, bukan karena desakan orang tua, keadaan ataupun kerterpaksaan. Dan satu lagi, jika kau di desak untuk cepat-cepat menikah, pastikan kau tidak dalam keadaan  diguna-guna.

Oh, ya. Perkenalkan, namaku Nania, 19 tahun dan aku adalah pengantin baru. Jangan heran, di jaman yang semakin modern ini, bahkan anak perempuan yang baru saja mengalami menstruasi pertama kali, bisa tiba-tiba hamil dan menikah bukan..? tentu saja itupun jika laki-laki yang menghamilinya juga mau bertanggung jawab.

Tapi ceritaku bukan begitu. Aku tidak menikah karena sebuah kecelakaan sex diluar nikah yang membuat aku menjadi hamil. Aku bahkan masih perawan bahkan sampai berbulan-bulan setelah aku melaksanakan upacara ijab kabul.

Lantas kalian pasti bertanya, apa yang membuat aku akhirnya memutuskan untuk menikah?. ’ Entah ’ , Itulah jawabannya. Hidup, seperti membawaku kepada perubahan yang begitu cepat dan tidak bisa aku tolak pada saat itu.

Tiba-tiba seseorang dari masa laluku muncul kembali didalam kehidupanku. Lantas dia menawarkan kembali cintanya kepadaku, aku menolak karena aku ingat dia pernah melukai aku sedalam dalamnya yang pernah kurasakan. Lantas dia tidak menyerah dan terus berusaha untuk menaklukan kembali hatiku. Karena aku tetap pada pendirianku, lantas kedua orang tua nya terutama ayahnya ikut memprovokasi aku untuk menerima cintanya. Lantas malam demi malam aku dengan setengah dipaksa diseret kerumahnya dan mulailah ayahnya memberi aku wejangan-wejangan, nasihat-nasihat dan mengubah sudut pandangku terhadap cinta.

Dan simsalabim, abarakadabra. Tiba-TibaAku jatuh cinta setengah mati kepada dia. Laki-laki yang pernah menyakiti dan datang kembali kepadaku, kini sangat aku cintai. Beberapa hari kemudian, aku dilamar. Beberapa harinya lagi tepatnya di hari ke lima belas bulan ramandhan, aku melangsungkan ijab kabul di kampung halamanku. Ya, semuanya bergulir dan terjadi begitu cepatnya dan tidak dapat aku hindari.

Anehnya, setelah aku menikah. Aku merasa terjebak dalam kehampaan, kekosongan, kejenuhan. Tidak ada cinta sama sekali dalam hatiku kepada suamiku. Aku merasa menjadi seperti Perempuan aneh yang menikah dengan Laki-laki yang tidak kunkenal. Entah kemana perginya rasa cinta yang menggebu-gebu itu. kemana perginya asmara yang kemarin memerah membara dalam jiwa. Kemana cinta yang membuatkan aku mengabaikan nasihat sahabat, kerabat dan keluargaku sendiri. Cinta yang bahkan membuat aku rela terbuang dari orang tua seandainya mereka tidak maumerertui aku dulu.

Aku hampa dan kosong. Tidak ada cinta sedikitpun bahkan ketika suamiku mencumbuiku dengan hasratnya yang menggebu-gebu, Vaginaku malah seperti mati rasa. Aku begitu jijik dan muak. Tapi apa boleh dikata, bagaimanapun situasinya aku adalah isterinya. Dan Ibuku pernah berkata, bahwa seorang isteri yang sehat, haruslah mampu menafkahi batin suaminya sebagaimana diriwayatkan dalam kitab suci. Maka aku, menguatkan diriku untuk mencumbui suamiku, kupuaskan batin dan hasratnya. Dan setelahsetelah hasratnya tercapai kutinggal dia dalam tidurku sendiri untuk melupakan segalanya. Dan satu hal yang perlu kalian ingat, suamiku tidak pernah berhasil memperawani aku sampai berbulan-bulan usia pernikahanku.  Seperti yang aku bilang, vagina mati rasa dan enggan untuk memberinya celah untuknya menerobos. Vaginaku menutup diri rapat-rapat karena tak ada gairah sama sekali untuknya mengembang.

Terkena guna-gunakah aku seperti yang orang-orang gunjingkan..? seperti yang keluargaku dengungkan ditelingaku. Terlebih, setelah aku mendapati secarik fotoku yang dibalut dengan sehelai rambut dari dalam dompet suamiku. Apakah aku benar-benar terkena guna-guna..? entahlah…! aku malas memikirkannya, lebih tepatnya aku malas merasa malu jika seandainya aku mengetahui bahwa aku benar terkena guna-guna. Pernah kutanyakan hal tersebut kepada suamiku. Tidak penting, Yang penting akhirnya kita berjodoh, jawabnya. Aakhhh..jawaban yang membuat aku semakin membencinya.

Dan di tengah kegamangan hidupku sebagai seorang isteri yang menjenuhkan, seorang laki-laki lainnya dari masa lalu juga hadir kembali dalam kehidupanku. Jangan heran jika aku mempunyai banyak laki-laki dalam masa lalu-ku. Aku memang gemar bergonta-ganti pacar, entah untuk mencari kesenangan semata atau syukur-syukur kalau ada yang benar-benar membuat aku mencinta. Dan dengan wajahku yang cantik, kulitku yang putih dan tubuhku yang sintal, Tidaklah sulit bagiku untuk menggaet laki-laki yang aku inginkan.

Laki-Laki yang ini bernama Bimo. Masih seperti dulu, bimo datang sebagai sosok laki laki penuh kedewasaan, kewibawaaan, kemapanan dan kelembutan. Sikapnya itulah yang dulu sempat membuat aku dan bahkan keluargaku begitu tergila-gila dengan dia. Tapi dengan alasan yang tidak jelas, mungkin kejenuhan atau kebosanan, aku menyepaknya dari hatiku. Meski dimatanya terbesit kesedihan, dia sama sekali tidak berang, tidak dia mengumpat dan mengutuk aku atas semua cintanya yang kubuang. Diterimanya keputusanku dengan lapang dada dan dewasa.

Datang kembali dalam hidupku, aku masih menemukan titik-titik cinta dari matanya, dari senyuman dan sikapnya yang masih lembut seperti dulu. Kewibawaan dan kedewasaannya yang masih seperti dulu, telah benar benar membuat aku jatuh cinta kembali kepadanya. Ooohh.., dia seperti oase yang menyirami gersangnya savana. Kehadirannya betul-betul menyejukan hatiku yang kering keronta mendambakan tetesan cinta.

Suatu hari aku mencurahkan semuanya kepadanya, apalagi kalai bukan tentang pernikahanku yang terjadi begitu saja seperti tanpa kusadari dan kehidupanku pasca pernikahan yang tidak membuatku bahagia dan  amat sangat menyiksa batinku. Dia tersenyum,  menapuk bahuku, menapat mataku. Aaahhkk..tatapan hangat itu, ingin sekali aku berlama lama berteduh dibawah nya.

Lalu sifat kedewasaannya mulai mewejangiku. Dikatakannya bahwa aku tidak seharusnya merasa tidak bahagia. Bahwa Aku seharusnya menjadi perempuan yang paling berbahagia di muka bumi ini. Tak ada yang perlu kusesali karena aku mendapatkan banyak hal yang tidak didapatkan oleh perempuan lain. Dikatanyakannya bahwa aku sepatutnya bersyukur, karena aku mendapatkan suami yang rajin bekerja dan soleh sementara diluar sana banyak perempuan yang menderita karena suaminya pengangguran dan pemabuk. Aku selayaknya bahagia, karena Mertuaku menerima dengan baik keberadaanku di rumah mereka, sementara banyak pasangan yang menikah dan dibuang oleh keluarga mereka karena tidak direstui.  Dan masih banyak lagi yang dikatakannya harus aku syukuri, karena menyesal hanya akan menyakiti hati sendiri.  Ohh…, betapa bijaknya dia, seandainya saja aku mampu berfikir seperti dia. Tapi dia tidak menyadari, wejangan-wejangannya itu justru tambah membuat aku jatuh cinta kepadanya.

Hari  demi hari kemudian dia mengajari aku bagaimana menjadi isteri yang baik. Dia mengajarkan aku untuk bangun pagi, menyiapkan sarapan suami sebelum bekerja. Dia mengajarkan aku untuk menyambut suami sepulang kerja dan menyiapkan makan malamnya. Dia mengajarkan aku untuk menjadi isteri yang baik. Dia mengajarkan aku bagaimana cara memuaskan suamiku di atas ranjang. Untuk yang terakhir ini, aku mempunyai cara tersendiri. Kuminta suamiku mematikan lampu sebelum dia mencumbui aku. Lalu ditengah gulita itu ku imajinasikan seolah laki-laki yang sedang erayuku, mencumbuiku, menggerayangiku adalah Bimo, kekasih di hati ku sesungguhnya. Aaahhkk.., betapa nikmatnya percintaan itu kurasakan.

Bimo, mengajari aku untuk perlahan, sedikit demi sedikit mencintai suamiku. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, yang bertambah setiap hari malah kecintaanku pada sosok dan pribadinya. Ah.., Terkutuklah aku sebagai seorang isteri, pastilah Tuhan sedang menyiapkan hukuman atas dosa yang sedang kujalani ini. Selingkuh meskipun baru sebatas hati.

” Aku Mencintaimu, mas ” Akhirnya kuutarakan juga perasaanku kepadanya lewat Telfon malam itu.

”  Kau Tidak boleh begitu. bagaimanapun perasaanmu terhadapku, kau harus ingat bahwa kau sudah menikah. ” balasnya diseberang sana.

”  Tapi aku tidak mencintainya, hanya kaulah yang kucintai, mas ” aku mencoba untuk menjelaskan keadaan perasaanku.

” Untuk itulah aku membimbingmu, agar kau bisa lebih mencintai suamimu dan hidup bahagia dalam pernikahanmu ”

” Kau tidak usah munafik, mas. aku tahu kau masih mencintaiku, karna perasaan itulah kau kembali dan ada disini sekarang ” ujarku mencoba menyudutkannya.

” Kau tidak salah, Aku memang masih mencintaimu. Tapi aku tahu situasinya sudah berbeda. Pernikahan adalah sebuah status yang sangat sakral, dan aku harus menghormati statusmu saat ini dan juga suamimu  ”

Menyadari aku semakin mencintai dan menggilainya, Bimo tahu bahwa kehadirannya tidak baik untuk pernikahanku. Berkali kali dia pamit undur diri untuk menjauh dari hidupku kembali. Tapi aku selalu menahannya, karena aku tahu aku tidak akan kuat menjalani hidup ini tanpa dia. Bimo selalu memaksa aku untuk kuat, agar dia bisa pergi dengan tenang. Tapi aku tahu kelemahan dia, dan dia lupa bahwa  perempuan mempunyai senjata terakhir yang sangat ampuh untuk mengalahkan hati pria, yaitu air mata. Maka dengan memohon sambil sedikit merengek dan nafas yang terisak sesegugan, Aku selalu dapat memohon Bimo untuk pergi.

” Apakah Kau sungguh mencintai aku ? ” Tanyanya di hari terakhir, kami bertemu ( tentunya dengan cara sembunyi-sembunyi )

” iya, Sangat. ! ” jawabku tegas

” Kau mau melakukan apa saja untukku. Untuk cintamu..? ” Tanyanya lagi.

” Apapun mas. akan aku lakukan ” aku menjawab lebih tegas lagi. dia diam sejenak.

” Kau mau membuktikannya..? ” Aku mengangguk dengan keras. Dia kembali terdiam dan aku menanti perkataan selanjutnya.

” Kalau kau benar mencintaiku, Tolong Belajarlah untuk mencintai suamimu, belajarlah untuk mencintai rumah tanggamu. Aku ingin pernikahanmu bahagia, seperti cita-cita kita dulu. Jika kita tidak pernah bisa bersatu, maka kita berdua harus lah tetap bahagia meskipun di jalan masing-masing. Aku mohon Buktikanlah cintamu kepadaku. ” aku terdiam, air mataku menetes mengaliri kedua pipiku, dan kali ini bukan airmata sandiwara. Inikah sebuah akhir..? inikah suatu anda bahwa Bimo bukanlah milikku dan tak akan pernah aku miliki..? oh Tuhan, Mengapa semua ini harus terjadi kepadaku..?

Keesokan harinya, bimo mengirimkan sebuah pesan singkat kepadaku

” dan pada akhirnya, semua dosa harus disudahi ” dan sejak itu dia tidak pernah lagi dapat kuhubungi.

Satu bulan, dua bulan, enam bulan, satu tahun. Tidak ada sedikitpun berita darinya, tak juga kutemukan dia dalam pencarianku . Dia benar-benar pergi meninggalkanku dan menghilang entah kemana.  Dia pergi sebagai Laki-Laki terhormat yang begitu menghargai arti sebuah pernikahan. Padahal dengan perasaan yang kumiliki kepadanya, dia bisa saja mengacak-acak rumah tanggaku, merebutku dari suamiku, meniduri aku. Toh, aku tak akan keberatan jika dia melakukan semua itu.   Tapi Bimo, bukanlah Laki-laki yang seperti itu. Dia adalah laki-laki terhormat, yang begitu menghargai Status laki-laki lainnya sebagai suami. Dia adalah Laki-Laki terhormat yang Tahu kepada siapa dia harus melampiaskan cintanya.

Dan hingga kini, dengan semua yang pernah dia lakukan dan berikan kepadaku, Aku yang masih sangat mencintainya. Dan Karena itu aku  Harus menjalankan kesungguhan cintaku yang telah terucap, Belajar mencintai Suami dan Rumah tanggaku. Entah, apakah aku mampu  atau tidak. Tapi Baiklah Bimo, Aku akan menjadi isteri yang baik seperti yang kau ajarkan. Menjadi Ibu rumah Tangga yang Baik seperti yang kau inginkan. Aku akan berusaha untuk bahagia seperti yang kita cita-citakan. Dan aku yakin kau pun pasti akan bahagia dalam rumah tanggamu kelak. Siapapun perempuan yang kau persunting nantinya, dia adalah wanita yang paling bahagia dimuka bumi ini.

Selamat Jalan Bimo. Laki-Laki terhormat di hatiku.

* * *

Iklan

Tentang Funky Tri Doretta

Simple Ordinary Boy
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Laki-Laki Terhormat

  1. nay berkata:

    nay suka cerpen ini… sekalian az dibuat novel nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s