Jakarta, Be Nice To Me

“Jangan kaku sama takdir. Melunaklah. Ketika allah tidak bisa mengikuti keinginanmu, mungkin saatnya kamu yang mengikuti keinginan Allah.”  -Coffee Corner II-

Hanya masalah waktu. Saat itu akhirnya tiba juga. Dimana aku akhirnya harus melangkah, sekuat apapun aku menahannya.

 Di dalam kehidupanku yang begitu dinamis, Aku sadar betul bahwa diam lalu menolak kenyataan hanya akan membuat hidup semakin tertahan.

Tidak! Ini bukan pertarunganku melawan dunia. Ini murni tentang bagaimana aku menaklukkan diriku sendiri. Kesedihan-kesedihanku, kenyamanan-kenyamanan, juga perasaan-perasaan sayang.

Ini murni tentang bagaimana aku menundukkan hatiku sendiri. Mengempaskan keinginan-keinginanku, lalu mencoba membangun harapan-harapan baru.

Bersama derap langkah berpayung segenap doa, disini akhirnya aku melangkah.

                “Jakarta, Be Nice to Me “

Jakarta

Iklan
Dipublikasi di Catatan Pendek | Meninggalkan komentar

Imlek Tanpamu

Cerpen by : Funky Tri Doretta

girl-with-the-red-umbrella-andrea-realpe

Seperti tahun-tahun bersamamu dulu, Aku masih menghabiskan sore jelang Imlek di tepian sungai musi. Tidak jauh dari Klenteng Kwam in. Tempat dimana dulu kita pertama kali bertemu, dimana kali pertama kita mengikat janji, sekaligus dimana tempat kita saling menatap sendu lalu akhirnya tak pernah lagi bertemu

Tidak banyak yang berubah, Vi. Klenteng ini, Vi. Masih meriah dengan warna merahnya yang ceria. Sudah sejak sebulan yang lalu, para pengurus mengecat ulang seluruh dinding, ornament, juga pagar.   Termasuk pagar pembatas tepian sungai musi tempatku bersandar sekarang. Ribuan lampion juga sudah dipasang di sepanjang pelataran Klenteng, tempat parkir,  jalan-jalan kampung 10 ulu, juga dermaga di tepi sungai musi. Lepas maghrib nanti, lampion-lampion tersebut akan mulai dinyalakan. Pasti akan sangat indah seperti biasanya. Kau ingat, Vi? Dulu kau kerap memintaku memotret dirimu di bawah pijaran lampion-lampion itu. Dengan cheongsam berwarna merah yang membalut tubuhmu, kau selalu tampak lebih bercahaya di banding ribuan lampion itu.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Pendek | Tag , | Meninggalkan komentar

Anak Rantau | Resensi Buku

Resensi by : Funky Tri Doretta

Anak Rantau 1

 Sebenarnya, ini buku stock lama yang baru sempat kebaca. As we Know, kadang kita suka khilaf kalo sudah sampai toko buku lalu mennyomot buku semaunya. Ngga tahunya, kantong udah bolooong aja. Trus, buku di rak semakin menumpuk untuk mengantri dibaca. Tapi dulu, saya memang gatal ingin menyomot buku ini, lantaran penulisnya adalah A.Fuadi.  Karena saya tahu beliau adalah penulis yang berkelas.  Karena saya tahu beliau bukan penulis picisan (seperti saya). Dan karena saya tahu, ketika saya membaca kata TAMAT di  dalam setiap karyanya, maka akan bertambah pemahaman saya akan kehidupan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi buku | Tag | Meninggalkan komentar

Susah sinyal | Film komedi bermakna moral | Ulasan Film

Resensi by : Funky Tri Doretta

susah-sinyal-poster

Sejak menikmati Ngenest (2015) dan Cek toko Sebelah (2016), saya memang jadi kegandrungan mengikuti film-film besutan Ernest. Menutup Tour de Cinema akhir tahun ini, saya tidak mau kehabisan kesempatan menikmati film teranyarnya “Susah Sinyal (2017)”. Mari kita bahas film keluarga yang kocak ini J

                TEMA & ALUR CERITA

Di film keduanya (Cek toko Sebelah, 2016) setahun lalu,  sempat menjadi pertanyaan diantara kalangan penikmat film komedi, kenapa sih film2 Ernest jauh lebih sukses dan meledak disbanding dengan film2 Komika satunya? Padahal komika satunya itu jauh lebih senior dibanding dengan dirinya. Dulu saya juga sempat bingung dengan letak perbedaan keduanya, sampai saya menuntaskan Susah Sinyal, saya kemudian menemukan kekuatan dari film-film Ernest.

Berbeda dengan film-film komedi lainnya, Film-film Ernest mengusung tema yang lebih mengena di masyarakat. Tema-tema yang memang dirasakan banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Tema-tema tersebut, tidak jauh-jauh dari keluarga yang merupakan bagian masyarakat terkecil. Tema itulah yang diusung oleh Ernest dalam film Cek Toko Sebelah (2016) dan Susah Sinyal kali ini. Polemik keluarga. Dengan tema yang sebenarnya penuh drama ini, maka boleh saya katakana sebenarnya film-film Ernest ini adalah Film serius yang dibalut dengan bumbu komedi. Disini, komedi adalah penyegar semata, bukan seutuhnya pesan yang ingin disampaikan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi Film | Tag , | Meninggalkan komentar

Jumanji 2 | Ketika kamu sadar hidup cuma sekali | Ulasan Film

Resensi By : Funky Tri Doretta

Jumanji 2

“Kamu hanya hidup 1 kali, tidak ada jalan pintas.

Jalani hidupmu sepenuhnya sehingga kamu tidak menyesalinya.

Terserah kamu mau menjalaninya seperti apa, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk hidupmu”

Sebenarnya sih, nonton film ini ngga sengaja, lantaran sudah kehabisan tiket film yang diniatin mau ditonton. Sudah sampai di bioskop, maka tidak ada salahnya menonton film Jumanji yang denger-denger tidak kalah menarik. Dan setelah menamatkan film ini, jujur saya merasa sangat beruntung tadi kehabisan tiket yang berujung nonton film ini, karena ternyata film ini memang sangat keren dan layak untuk di tonton. Kita bahas yuk 🙂

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi Film | Tag , , | Meninggalkan komentar

Ayat-Ayat Cinta 2 | Novel Dakwah yang menjadi film Roman |Ulasan Film

Resensi by : Funky Tri Doretta

ayat-ayat cinta2

 Akhirnya, film yang ditunggu-tunggu akhir tahun ini tayang juga. Ayat-Ayat Cinta 2. Setelah sengaja memungkaskan novelnya beberapa bulan lalu, saya memang sangat tidak sabar untuk menyantap versi cinema nya. Dan Alhamdullilah, di hari kedua film ini tayang (sengaja biar ngga antri-antri banget) saya berhasil menikmati film ini. Yang ternyata…………….eeengg…ingg…eeengggg….(suara drum roll)  Sedikit mengecewakan sih. Tapi sedikit kok, secari garis besar esensi film ini tetap sama seperti novelnya.  Mari kita bahas satu persatu.

Perubahan Jalan Cerita

  • Misbah & Hulya muncul terlalu cepat.

Saya cukup terpukau dengan prolog adegan yang menampilkan keindahan kota Edinburgh dan  the University of Edinburgh. Tanpa basa-basi sutradara langsung memperkenalkan Fahri (Fedi Nuril) sang tokoh utama sebagai seorang dosen yang sangat religius dan kharismatik. Sampai ketika Fahri dan Hulusi (Pandji Pragiwaksono)  menyusuri jalanan kota Edinburgh ketika pulang dari kampus dan menawarkan tumpangan kepada Keira (Chelsea Islan) tetatngga mereka,  Prolog ini saya rasakan masih berjalan sesuai harapan. Namun saya cukup kaget ketika  adegan mereka sampai di  rumah dan menemukan Misbah (Arie Untung) sudah menunggu dan tertidur di teras rumah mereka.  Pertemuan Fahri dengan Misbah ini lebih cepat dibandingkan dengan cerita di Novelnya, dimana Fahri dan Misbah bertemu secara tidak sengaja ketika Fahri dan Hulusi sedang menikmati Bagpipe di jalanan kota Edinburgh.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi Film | Meninggalkan komentar

Fall || Resensi Buku

Resensi by : Funky Tri Doretta.

                Kalau ada sesuatu yang paling saya banggakan dalam kemajuan teknologi belakangan ini, adalah semakin banyaknya media untuk para seniman muda berkarya. Dalam bidang apapun juga, termasuk dunia literasi tulis menulis. Hadirnya berbagai media blogging seperti Tumbrl dan Wattpad dewasa ini memang sangat membantu penulis-penulis muda menyalurkan ekspresi dan karya mereka. Bandingkan dengan jaman dulu, dimana para penulis harus bersusah payah mengetik karya mereka secara manual lalu mengirimkan ke Koran atau penerbit untuk mempublikasikan karya mereka. Jangan bayangkan bagaimana kalau teryata proses editingnya panjang. Sudah pasti ribet sekali. Jaman sekarang, untuk mempublikasikan karya mereka, para penulis tinggal membuat blog secara gratis lalu meng-upload karya-karya mereka. Atau juga mereka bisa memposting karya-karya mereka pada media social seperti facebook atau Instagram. Tidak perlu repot-repot melamar penerbit dengan mengirimkan naskah, biasanya kalau viewer dan follower sudah banyak, biasanya malah penerbit yang melamar untuk menerbitkan karya-karya mereka.

                Nah, belakangan saya tertarik untuk menelisik karya-karya yang lahir dari media-media social diatas. Setelah membaca “Sebatas Mimpi” nya Bella Stefany yang lahir dari Tumblr, kali ini saya menyempatkan membaca novel terbaru terbitan Gagasmedia karya gadis muda asal Palembang bernama Bella ZMR yang berjudul “Fall”. Sebenarnya banyak pilihan karya lain, namun pilihan saya kuat kepada ‘Fall” setelah tahu novel ini ber-setting di kota Palembang.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Resensi buku | Tag , | Meninggalkan komentar